Masyarakat Harus Pahami Peruntukkan APBD, Belanja Pegawai Lewati 50 Persen Pembangunan Bakal Terhambat

Rabu, 21 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi

TOMOHON (wartasulut) — Masyarakat harus memahami soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), berapa besar yang ditetapkan dan akan digunakan untuk apa saja. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi menjelaskan, bahwa untuk saat ini APBD Kota Tomohon ada pada angka Rp646 miliar, itu didalamnya belanja pegawai sekira Rp339 miliar atau berada pada 52.46% dari total APBD Kota Tomohon.

“Untuk belanja pegawai itu adalah total gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) ditambah honor Perangkat Kelurahan, Linmas hingga petugas kebersihan. Itu mencapai 52.46% sudah ditambahkan dengan tunjangan ASN. Kalau hanya gaji dan honor tidak mencapai 50%, karena sesuai aturan Kemendagri belanja pegawai itu harus dibawa 50% dari total APBD daerah itu sendiri,” jelas Mogi.

Dia mengungkapkan, bahwa suatu daerah belanja pegawainya melebihi dari 50% (diluar tunjangan ASN), maka keungan daerah tersebut sudah tidak sehat.

“Kenapa disebut tidak sehat. Karena, pembangunan didaerah tidak akan berjalan. Dimana, dalam APBD yang ditetapkan ada kewajiban Pemda untuk memenuhi mandatory spending yaitu untuk pendidikan 20 %, kesehatan 10 %, kecamatan 5 % dan APIP 1 %. Jadi, dengan APBD Kota Tomohon yang sekira Rp646 miliar lebih, maka anggaran pembangunan akan menjadi kecil. Intinya tidak akan rasional jika akan menaikkan lagi honor,” ungkapnya.

“Masyarakat harus nilai sendiri, apabila dinaikkan lagi belanja pegawai, tentunya akan mengganggu anggaran lainnya yang telah ditata. Bisa dikatakan, jika dinaikkan belanja pegawai, akan mempengaruhi jalannya pembangunan kedepan,” tukas Mogi. (erl)

Berita Terkait

Johnru dan Hendrik Mamuaya Berdamai
Rumpesak: Musda Partai Golkar Kota Tomohon Segera Dilaksanakan
Ini Alasan Ketua Golkar Tomohon Dinonaktifkan
Muskot Kickboxing Indonesia Kota Tomohon Segera Digelar, Lasut: Siapa Saja Bisa Mencalonkan Diri
Pimpin Vulkan Swimming dan Finswimming Club, Febry Dien: Pendidikan Karakter Harus Ditanam Sejak Usia Dini
Caroll Senduk Percayakan Wiesye Oroh Jabat Kepala DP3AD Kota Tomohon
Mengawal Demokrasi Lokal: Harapan dan Arah Baru PWI Kota Tomohon Periode 2026–2029Nakhoda Baru di Kota Bunga: Refleksi dan Transisi Paradigma Pers Tomohon
SK Penggantian Ketua DPRD Kota Tomohon Diterima. Waworuntu: Segera Ditindaklanjuti

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16

Johnru dan Hendrik Mamuaya Berdamai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:36

Rumpesak: Musda Partai Golkar Kota Tomohon Segera Dilaksanakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:33

Ini Alasan Ketua Golkar Tomohon Dinonaktifkan

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03

Muskot Kickboxing Indonesia Kota Tomohon Segera Digelar, Lasut: Siapa Saja Bisa Mencalonkan Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 21:52

Pimpin Vulkan Swimming dan Finswimming Club, Febry Dien: Pendidikan Karakter Harus Ditanam Sejak Usia Dini

Berita Terbaru

 Johnru (kanan) dan Hendrik Mamuaya (kiri) menandatangani Akta Perdamaian dihadapan Notaris

Tomohon

Johnru dan Hendrik Mamuaya Berdamai

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:16

Tomohon

Ini Alasan Ketua Golkar Tomohon Dinonaktifkan

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:33