Polisi Tak Segan Tembak Pelaku Tindak Kriminal di Tomohon

kompol-alkat-karouw
Alkat Karouw

TOMOHON (wartasulut) — Demi menciptakan keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat Kota Tomohon, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Tomohon bakal bertindak tegas. Hal tersebut ditegaskan, Wakil Kapolres Kota Tomohon, Kompol Alkat Karouw.

“Kalau ada warga yang membuat kekacauan, mengganggu keamanan dan ketertiban serta meresahkan masyarakat, maka kami akan bertindak tegas. Bisa saja akan kami tembak,” tegas Karouw.

Dia menjelaskan, bahwa tindakan tegas dari pihak kepolisian ini untuk memberikan efek jerah terhadap warga yang ingin melakukannya.

“Kalau dibiarkan, Kota Tomohon ini akan semakin rawan. Karena, warga sudah tidak nyaman dengan keberadaan para pengacau ‘preman kampung’ yang sudah mulai merajalela,” jelasnya.

“Untuk saat ini, target kami menangkap para residivis yang sering melakukan tindakan kriminalitas dengan menggunakan senjata tajam. Sudah banyak laporan masyarakat dan itu akan kami tindak,” tukasnya. (erl)

Tim Satgas Anti Pungli Segera Dibentuk

jimmy-f-eman
Jimmy F Eman SE Ak

TOMOHON (wartasulut) – Pemkot Tomohon bakal membentuk tim satgas anti pungutan liar (Pungli). Hal tersebut ditegaskan, Wali Kota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak.

“Seluruh jajaran Pemkot Tomohon dan Perusahan Daerah, dilarang keras untuk melakukan pungli dalam bentuk apapun. Dimana, muara pungli adalah korupsi, yang hanya akan membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi masayarakat dan konsekuensi hukumnya jelas,” tegas Eman.

Dia juga menjelaskan, bahwa pembentukan tim satgas anti pungli ini merupakan upaya untuk memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan kepada seluruh komponen masyarakat dalam menerima pelayanan dari para pelayan masyarakat.

“Tim anti pungli yang nantinya di bentuk akan berada di bawa koordinasi Wakil Walikota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan dengan ketua Tim Inspektur Kota, dengan anggota terdiri dari Asissten Pemerintahan dan Kesra, Badan Kepegawaian Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja,” jelasnya.

Ditambahkan, ketika tim ini telah terbentuk maka Pemkot Tomohon akan menyediakan layanan aduan seperti SMS Center atau Call Center yang nantinya memudahkan masyarakat yang menyaksikan atau mengalami pungli untuk menginformasikan atau melapor ke nomor yang ada ini, sehingga memudahkan dalam penindakan nantinya.

“Silahkan rekam dan foto jika ada kegiatan atau tindakan pungli yang dilihat atau dialami,” tukasnya. (erl)

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan di Kelurahan Paslaten, Salah Satu Ditembak

TOMOHON, (wartasulut) — Dua orang pelaku penganiayaan yakni NP alias Openg, warga Kelurahan Paslaten II dan LRW alias Omi, warga Kelurahan Matani II, berhasil ditangkap tim dari Polres Tomohon yang tergabung dari Resimen Mobile (Resmob) dan Timsus Totosik, sekira pukul 01.00 Wita, Rabu (19/10/2016) dini hari.

Kedua tersangka tersebut melakukan penganiayaan terhadap dua orang warga Kelurahan Paslaten, Kecamatan Tomohon Timur, masing-masing Orlando Anes dan Alvian Mewengkang. Dimana, kejadiannya di Kelurahan Paslaten, tepatnya di depan Alfamart, samping Gereja Maranatha Paslaten, Selasa, (18/10/2016) dini hari lalu.

Dijelaskan, Kasat Reskrim Polres Tomohon, AKP Frely Sumampouw SH saat melakukan penangkapan, terpaksa pihaknya melumpuhkan salah satu pelaku.

“Salah satu pelaku dilumpuhkan di bagian paha kanan, karena saat penggrebekan ada perlawanan. Dimana, kedua pelaku tersebut saat ditangkap masih memegang senjata tajam berupa tombak dan pisau yang dipakai untuk menganiaya para korban,” jelas Sumampouw.

Diketahui, dalam penganiayaan tersebut kedua korban mengalami luka serius. Korban Anes mengalami luka sayat pada lengan kiri dan jari kelingking kiri putus, yang diakibatkan sabetan benda tajam. Sedangkan korban lainnya Mewengkang, mengalami luka dibagian pelipis mata kanan yang disebabkan benda tumpul. Sedangkan, kedua pelaku penganiayaan merupakan residivis dan sudah lama menjadi target pihak Polres Tomohon. Dimana, kedua pelaku tersebut telah beberapa kali melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam dibeberapa lokasi berbeda maupun pengrusakan kendaraan roda empat. “Kedua pelaku penganiayaan ini diancam dengan pasal 351 dan 170 dengan hukuman minimal 5 tahun penjara,” tukasnya. (erl)

Pertugas Dishubkominfo Disiagakan Awasi Terminal Bayangan

img20161019155740
SIAGA: Petugas Dishubkominfo Kota Tomohon berjaga disalah satu lokasi yang sering dijadikan terminal bayangan.

TOMOHON (wartasulut) – Sejumlah petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tomohon ditempatkan dibeberapa titik terminal bayangan. Hal ini dilakukan untuk menertibkan para kendaraan yang sering mengangkut penumpang di luar terminal. Dikatakan, Kepala Dishubkominfo Kota Tomohon, Steven Waworuntu SSTP bahwa ini dilakukan untuk mencegah gangguan lalu lintas di saat jam padat. Apalagi, keberadaan terminal bayangan sudah mendapat pengeluhan dari masyarakat. “Bukan baru sekali saja diingatkan kepada para sopir, bahwa menurunkan dan menaikkan penumpang itu harus diterminal. Namun, masih banyak yang melanggarnya, ini membuktikan kesadaran para sopir masih sangat rendah, sehingga perlu ada pengawasan dari petugas,” kata Waworuntu, Selasa (18/10/2016). Ditambahkannya, selain terjadi gangguan lalulintas, keberadaan terminal bayangan juga cukup mengganggu kenyamanan para penumpang. “Kami akan terus berusaha untuk melakukan penertiban dititik-titik yang sering dijadikan terminal bayangan. Ini juga dibutuhkan kerjasama dari para penumpang agar jangan menunggu kendaraan angkutan umum diluar terminal,” tukasnya. (erl)

Menang Dari Minut, Tim Putri Tomohon Juara Bola Voli Kapolda Cup

voli-putri

TOMOHON (wartasulut) – Menghadapi tim kuat Minahasa Utara (Minut), dalam laga final Bola Voli antar kabupaten/kota se-Sulut dalam memperebutkan Kapolda Cup, yang dilaksanakan di Kelurahan Paslaten, Kota Tomohon. Tim putri Tomohon keluar sebagai juara. Bahkan, dalam laga tersebut Tomohon menaklukkan Minut dengan skor telak 3-0.

Penampilan dari tim Bola Voli putri Tomohon terbilang gemilang. Pasalnya, tim lawan yang diperkuat dua pemain PON dibuat tak berkutik. Terbukti, pertandingan yang direncanakan bermain dalam 5 set, hanya berakhir pada set ke-3. Sejak laga dimulai, kedua tim menunjukkan permainan solid, dimana kedua tim saling bergantian merebut poin. Namun, tim voli putri Tomohon berhasil merebut kemenangan pada set pertama dengan skor akhir 25-20.

Memasuki set kedua, tim voli putri Minut berusaha bangkit untuk menyamakan kedudukan, namun lagi-lagi tim voli putri Tomohon tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Sehingga pada set kedua, tim voli putri Tomohon kembali meraih kemenangan dengan skor tidak jauh berbeda dengan set pertama yakni, 25-19.

Pada set ketiga atau set penentu bagi kedua tim, dimana jika tim voli putri Tomohon meraih kemenangan, artinya tim tersebut keluar sebagai juara. Sedangkan, tim voli putri Minut harus meraih kemenangan pada set ini untuk membuka peluang.

Namun, set ketiga berlangsung tim voli putri Tomohon malah yang mengambil inisiatif untuk menekan tim dari Minut sehingga unggul empat angka. Tim Minut sempat mengejar, tapi kekompakan dari tim voli putri Tomohon tidak pudar, apalagi bermain dihadapan pendukungnya. Untuk itu, tim dari Minut yang ingin keluar dari tekanan tidak bisa berbuat banyak dan mengaku kalah dari tim voli putri Tomohon dengan skor akhir di set ketiga 25-21.

Kemenangan tim voli putri Tomohon pada laga final ini, juga merupakan partai balas dendam. Dimana, pada pertemuan pertama tim Minut berhasil mengandaskan tim Tomohon dengan skor telak 3-0. (erl)

 

Berhasil Berdayakan Kepala Sekolah, Tomohon Terima Penghargaan Kawastara Pawitra

 

14650313_10211070492461932_932040325488869725_n
Kadis Dikda Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi (kiri) saat menerima penghargaan.

TOMOHON (wartasulut) – Dinilai berhasil membangun dunia pendidikan, khususnya dalam Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS) di daerah masing-masing. Maka, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan Kawastara Pawitra bagi Kota Tomohon. Dimana, penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Pendidikan Daerah, Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi mewakili Pemkot Tomohon yang diserahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Muhadjir Effendy MAP di Ballroom Novotel Solo Jawa Tengah, Sabtu (15/10/16).

“Mendapatkan penghargaan ini, Pemerintah Pusat juga menilai Kota Tomohon sebagai  salah satu daerah yang sangat peduli dan berhasil dalam memberdayakan Kepala Sekolah, dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana swadaya masyarakat. Jadi, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata Mogi.

Dia juga mengungkapkan, bahwa Pemkot Tomohon patut berbangga dikarenakan adalah satu-satunya daerah penerima dari Provinsi Sulawesi Utara.

“Ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemkot Tomohon dalam menegakkan dan menjalankan regulasi terutama di bidang pendidikan. Dengan begitu, terbangun sinkronisasi kerja antara pusat dan daerah, khususnya dalam membangun peran guru sebagai Kepala Sekolah,” pungkasnya. (erl)

Masuk Zona Kuning, Tomohon Berpeluang Rekrut CPNS

dolvin-karwur
Dolvin Karwur

TOMOHON — Berdasarkan pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur dalam rapat Kerja Komisi II DPR RI, bahwa di Indonesia ada 477 kabupaten/kota yang diperbolehkan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sedangkan sisanya 58 kabupaten/kota dilarang keras, karena belanja pegawainya melibihi 50 persen bahkan 60 persen dari APBD yang ditata.

Untuk Kota Tomohon, berdasarkan data yang dibeber Menpan-RB berada dalam zona kuning, dimana belanja pegawainya berada dibawah 50 persen. Sedangkan, kabupaten/kota yang berada dibawah 40 persen berada pada zona hijau dan untuk kabupaten/kota yang melebihi 50 persen masuk zona merah atau tidak bisa merekrut CPNS.

“Total APBD Kota Tomohon tahun 2016 sekira Rp717 miliar, sedangkan untuk belanja pegawai atau belanja tidak langsung sekira Rp310 miliar atau berada sekitar 43 persen dari APBD Kota Tomohon,” kata Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (DPPKBMD) Kota Tomohon, Dolvin Karwur kepada wartasulut.co.id, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (11/10/016).

Ditanya apakah Pemkot Tomohon bisa merekrut CPNS karena masuk dalam zona kuning, atau tidak melebihi 50 persen untuk belanja pegawai. Karwur mengungkapkan, bahwa hal tersebut bisa saja dilaksanakan, tapi lebih tepatnya ditanyakan langsung ke instansi terkait yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tomohon. “Kalau bisa atau tidak tanya ke BKD, kan disana instansi yang mengetahui lebih jelas, apakah Kota Tomohon masih kekurangan PNS,” tukasnya. (erl)

313 PNS Dari Tomohon Dialihkan ke Provinsi Sulut

 

Jpeg
Drs Gerardus Mogi

TOMOHON (Wartasulut) — 313 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Kota Tomohon dialihkan ke Provinsi Sulawesi Utara. Hal tersebut dilakukan menyusul ditariknya SMA/SMK di kabupaten/kota se-Sulut ke tingkat provinsi.

“Dari total PNS yang dialihkan ke provinsi tersebut, diantaranya adalah 302 guru dan 11 orang pegawai sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi.

Ditanya, apakah pegawai non PNS yang bertugas disekolah SMA/SMK akan ikut dialihkan ke tingkat provinsi. Mogi menjelaskan, bahwa untuk saat ini data yang baru dimasukkan ke tingkat provinsi itu baru yang PNS. “Kalau untuk pegawai atau guru non PNS, tergantung dari masing-masing sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua AGIS Sulut, DR Arnold Poli SH MAP meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk mengakomodir para guru dan pegawai non PNS tersebut. “Harus diikutsertakan tanggungjawab terhadap non PNS ke tingkat provinsi dari masing-masing sekolah SMA/SMK,” tukasnya. (erl)

Eman Diminta Perhatikan Infrastruktur Pendukung Pariwisata di Tomut

TOMOHON,( WARTASULUT)–Wilayah Kecamatan Tomohon Utara (Tomut), memiliki potensi pariwisata yang belum digarap Pemkot Tomohon.

Terbukti, infrastruktur pendukung pariwisata masih kurang, padahal lokasi wisata alam diwilayah tersebut sangat menjanjikan. Apalagi, Pemkot Tomohon dibawah kepemimpinan Wali Kota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak dan Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly A Sompotan dalam RPJMD salah satu poin adalah mengangkat pariwisata di Kota Tomohon. Hal tersebut diungkapkan, Anggota DPRD Kota Tomohon, Erenz Kereh.

“Bagaimana, para investor ingin membangun diwilayah tersebut, sedangkan infrastruktur pendukung, berupa jalan aspal belum sepenuhnya terlaksana. Salah satu contoh, jalan evakuasi bencana gunung lokon, tepatnya di Kelurahan Kinilow menuju ke Desa Kali (Kabupaten Minahasa). Padahal diwilayah tersebut jika dibangun penginapan sangat menjanjikan, dimana lokasi tersebut menyajikan pemandangan yang indah serta udara segar dan itu sangat diminati para wisatawan,” kata Kereh.

Ditambahkannya, bahwa lokasi tersebut para investor rencananya akan membangun penginapan, bukan hanya isapan jempol saja. Terbukti, sudah ada beberapa bangunan penginapan yang sementara dibangun, namun belum difungsikan, bahkan ada juga investor yang menyampaikan keinginannya, tapi masih mengurungkan niatnya karena jalan diwilayah tersebut masih dalam keadaan rusak.

“Ini merupakan salah satu PR bagi pemerintah saat ini. Memang, diwilayah tersebut pihak Pemkot Tomohon telah mengerjakan jalannya, namun belum sepenuhnya selesai. Diperkirakan, masih ada sekira 2 kilometer hingga diperbatasan antara Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa yang belum dikerjakan. Sebaiknya, jalan tersebut diselesaikan dan akses kelokasi akan sangat mudah, sehingga keinginan para investor segera terealisasi dan akan berdampak positif ke masyarakat Kota Tomohon,” tukasnya. (erl).

Kinerja Dinkesos Bakal Dievaluasi, Buntut Dua Poskesdes Tak Difungsikan

TOMOHON,(WARTASULUT) — Dua Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) tidak difungsikan di Kota Tomohon. Yakni, di Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah dan Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan. Untuk itu, kinerja dari Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos) akan dievaluasi lagi.

“Terkait pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, kami telah melakukan hearing terhadap pihak Dinkesos beberapa waktu lalu. Kalau, memang masih ada Poskesdes yang tidak difungsikan, kami akan memanggil lagi pihak Dinkesos untuk mengevaluasi kinerjanya,” kata Sekretaris Komisi III, DPRD Kota Tomohon, Erenz Kereh, Senin (3/10/2016).

Ditemui terpisah, Kepala Dinkesos Kota Tomohon, dr Deesje Liuw membenarkan bahwa memang ada dua Poskesdes yang hingga saat ini belum difungsikan.

“Di Tomohon total ada 28 Pustu dan Poskesdes dan semuanya dibawah pengawasan pihak Puskesmas. Memang, untuk Poskesdes di Walian dan Talete itu tidak berfungsi karena selama ini tidak ada lagi pasien yang datang. Namun, masih ada petugas yang tinggal disitu,” kata Liuw.

Dia juga menjelaskan, bahwa kedepan seluruh Poskesdes akan difungsikan kembali sesuai peruntukkannya. “Memang untuk saat ini, kami kekurangan tenaga dokter. Memang setiap Poskesdes dokter dalam seminggu hanya sekali melakukan pelayanan. Mungkin, di dua lokasi tersebut memang selama ini tidak ada pasiennya, sehingga pelayanan akhirnya sudah tidak ada. Tapi, tetap ada petugas setiap harinya,” tukasnya. (erl)